Waspada Tiket Saudia Airlines "By Miles": Murah di Depan, Berisiko Dibatalkan Sepihak
Praktik jual beli tiket Saudia Airlines yang diklaim "pakai miles" kembali ramai dibicarakan di media sosial setelah beredar tangkapan layar percakapan yang menunjukkan sebuah tiket dibatalkan maskapai karena terdeteksi menggunakan akun miles hasil penipuan (fraud account).
Fenomena ini patut menjadi perhatian serius, khususnya bagi calon jemaah umroh dan agen travel yang kerap tergiur harga tiket jauh di bawah pasaran.
Bagaimana Modusnya?
Berdasarkan penelusuran Himpuh News di berbagai grup Facebook, thread, dan akun media sosial, skema "tiket by miles" umumnya ditawarkan dengan harga jauh lebih murah dibanding tiket normal — untuk rute pulang-pergi Jakarta–Jeddah misalnya, penjual menawarkan kisaran Rp10–12 juta, bahkan ada yang menjual di bawah itu, padahal harga wajar penukaran miles promo saja bisa mencapai Rp6–7 juta untuk sekali jalan.
Modusnya, penjual tiket membeli atau menerima miles dari pihak lain yang sumbernya tidak jelas, lalu miles tersebut ditransfer ke akun AlFursan (program loyalitas Saudia) milik penjual atau langsung digunakan untuk menerbitkan tiket atas nama pembeli. Ada pula yang menjual dengan cara memberikan akses ke akun AlFursan pihak ketiga. Dalam diskusi di media sosial, banyak calon pembeli yang mempertanyakan dari mana sumber miles tersebut, mengingat jumlahnya yang tidak wajar dan terus-menerus tersedia meski program promo resmi sudah terbatas.
Kenapa Ini Melanggar Ketentuan Saudia?
Ketentuan resmi program AlFursan milik Saudia secara eksplisit mengatur soal jual beli miles. Anggota program tidak diperbolehkan menjual Reward Miles, baik langsung maupun tidak langsung, untuk uang tunai atau bentuk kompensasi lainnya, dan anggota juga tidak diperbolehkan membeli Reward Miles dari orang lain.
Transfer miles antar-anggota memang diperbolehkan, namun dibatasi minimal 1.000 dan maksimal 120.000 Reward Miles per tahun kalender, dan setelah transaksi transfer atau pemberian miles selesai, tidak ada pengembalian dana yang dimungkinkan.
Dengan kata lain, mekanisme "titip beli miles" atau "tiket hasil miles orang lain" yang banyak ditawarkan di media sosial berada di luar jalur resmi yang diizinkan Saudia — dan berpotensi menyalahi aturan program itu sendiri, terlepas dari klaim penjual bahwa miles tersebut "sah dari pembelian tiket".
Kasus yang Beredar: Tiket Dibatalkan Sepihat
Sebuah unggahan yang beredar di media sosial (akun agen travel bernama Zein Group) menampilkan tangkapan layar percakapan WhatsApp berisi kode booking (PNR) yang pada baris riwayat transaksinya tertulis keterangan "REDEEMED FROM FRAUD ACCOUNTS" — menandakan miles yang dipakai untuk menerbitkan tiket tersebut berasal dari akun yang terindikasi hasil kecurangan.
Dalam percakapan itu disebutkan tiket akhirnya dibatalkan oleh maskapai dan berstatus non-refund — jemaah kehilangan seluruh uang yang sudah dibayarkan tanpa kompensasi.
Di berbagai thread lain, pengguna juga saling berbagi pengalaman serupa: ada yang melaporkan tiket miles yang sebagian rutenya dibatalkan setelah diterbitkan karena maskapai mencurigai penggunaan miles milik orang lain, meski sebagian pihak lain membantah adanya bukti valid bahwa maskapai bisa mendeteksi hal tersebut. Perbedaan pendapat ini sendiri menunjukkan bahwa risiko riil ada, sekalipun besarannya masih diperdebatkan di kalangan pembeli tiket.
Risiko bagi Jemaah dan Agen Travel:
1. Tiket bisa dibatalkan sepihak kapan saja — bahkan setelah issued dan mendekati keberangkatan, jika sistem maskapai mendeteksi anomali pada akun miles asal tiket.
2. Tidak ada jaminan refund. Karena skema ini di luar jalur resmi, korban umumnya tidak punya dasar klaim formal ke Saudia maupun ke AlFursan.
3. Penjual tidak memiliki kendali penuh atas tiket. Berbeda dengan tiket yang dibeli langsung dari OTA atau agen resmi, pembeli tiket "by miles" biasanya tidak bisa melakukan manage booking (ubah jadwal, reroute, dsb.) karena tiket terikat pada akun AlFursan milik pihak ketiga.
4. Penjual sering tidak tahu sumber miles yang sebenarnya, sehingga tidak bisa memberikan jaminan keabsahan meski beritikad baik.
5. Dampak reputasi bagi biro perjalanan yang menjual atau merekomendasikan skema ini kepada jemaah — terutama bila kasus pembatalan terjadi mendekati tanggal keberangkatan umroh/haji.
Imbauan HIMPUH
Bagi jemaah maupun agen travel, cara paling aman untuk mendapatkan tiket Saudia dengan harga lebih hemat adalah melalui jalur resmi: promo tiket reguler dari Saudia, kerja sama langsung dengan agen IATA/OTA resmi, atau menukarkan miles dari akun AlFursan milik sendiri.
Iming-iming harga jauh di bawah pasar dengan embel-embel "miles" sebaiknya disikapi dengan kehati-hatian tinggi, sebab risikonya bukan hanya kerugian materiil, tetapi juga potensi gagal berangkat pada waktu yang sudah mepet.